Kemajuan negara besar bukanlah konstruksi khayalan, rahasia terdalamnya terletak padareorganisasi elemen vital. Di Tiongkok, air adalah fondasi pertanian dan darah industri. Namun karena perubahan tahunan curah hujan yang besar, perubahan tahunan debit sungai juga besar, membentuk pola spasial 'lebih banyak di selatan, lebih sedikit di utara' serta temporal 'bergantian antara kekeringan dan banjir'.
1. Potensi sumber daya dan rekonsiliasi spasial
Untuk mengatasi ketidakseimbangan distribusi wilayah, negara menerapkan proyekpengalihan air lintas daerah aliran sungaiyang epik.Pengalihan Air Selatan ke Utaraadalah inti dari hal tersebut:
- Proyek Rute Timur: Mengambil air dari Sungai Yangtze di Jiangdu, Yangzhou, lalu mengalirkannya ke utara sepanjang Saluran Kanales Beijing-Hangzhou.
- Proyek Rute Tengah: Mengalirkan air dari Waduk Danjiangkou, mengalir secara alami ke utara menuju Beijing dan Tianjin sesuai ketinggian tanah.
- Rencana Rute Barat: Merencanakan menghubungkan Sungai Yangtze bagian hulu dengan Sungai Kuning, untuk menyiram wilayah barat laut.
2. Regulasi dimensi waktu: fungsi bendungan
Membangun bendunganadalah cara efektif untuk menyesuaikan perubahan debit air seiring waktu. Pada periodemusim hujanmenampung air, dan padamusim kemaraumengalirkan air, tidak hanya mencegah bencana banjir, tetapi juga memastikan stabilitas produksi pertanian.
3. ζ²»η转εοΌδ»θ°ζ°΄ε°θζ°΄
BerdasarkanUndang-Undang Air Republik Rakyat Tiongkok, Tiongkok sedang berusaha keras membangunmasyarakat hemat air. Mengatasipolusi air, dan mempromosikan teknologi hemat air, sebagaimana dikatakan dalam kata-kata kuno: 'Hemat air lebih penting daripada pengalihan air.'